Jumat, 13 Agustus 2010

TEORI OPERANT CONDITIONING

Latar Belakang Teori Skinner
          Seorang aliran Behavioris yaitu IvanP. Pavlov sangat memusatkan perhatiannya pada masalah reflex, karena itujuga Psikologi Pavlov sering disebut sebagai psikologi reflex ataupsychoreflxology. Eksperimen Pavlov yaitu dengan menggunakan anjing sebagaibahan uji coba, melahirkan sebuah teori mengenai pengkondisian klasik atausering disebut Classical Conditioning. Mekanismenya yaitu denganmemasangkan Unconditioned Stimulus bersama Conditioned Stimulusyang pada akhirnya menciptakan Conditioned Response. Hal yangdikemukakan oleh Pavlov ini sedikit banyak mempunyai pengaruh terhadapketertarikan Skinner mengenai pengkondisian tingkah laku.

         Para pengamat perilaku manusia sudahtahu kalau manusia umumnya melakukan hal-hal yang memiliki kosekuensimenyenangkan dan menghindar dari melakukan hal-hal yang memiliki konsekuensitidak menyenangkan. Orang yangpertama kali mempelajari perilaku secara sistematis adalah Edward L.Thorndike, yang awalnya bekerja dengan hewan, dan kemudian dilanjutkandengan manusia. Thorndike dalam percobaanya tersebut mendapatkan kesimpulanmengenai perilaku yang teorinya tersebut disebut sebagai law of effect.Seperti, dikatakan oleh Thorndike bahwa perilaku law of effect memilikidua bagian; pertama menyatakan bahwa respon-respon terhadap stimuli yanglangsung diikuti rasa puas cenderung "dilekatkan terhadap diri" ;sementara bagian kedua menyatakan stimuli yang langsung diikuti rasa kecewa "cenderung dilekatkan dari luar". Jika penghargaan (rasa puas) memperkuathubungan antara stimulus dan respon, maka hukuman (rasa kecewa) tidak lantasmenghilangkan hubungan ini. Artinya, menghukum sebuah perilaku sama saja dengan menghambat perilaku tersebut, Bukannya "melekatkan dari luar".

          Kemudian
pengaruh ketiga dan yang lebih langsung terhadap Skinner adalah pekerjaan JhonB. Watson. Watson berpendapat bahwa perilaku manusia, seperti halnya hewandan mesin, dapat dipelajari dengan objektif. Manusia menyerang bukan hanyakesadaran dan instrospeksi namun, juga konsep insting, sensasi, persepsi,motivasi, kondisi-kondisi mental, jiwa dan imajinasi, Watson berpendapat bahwatujuan psikologi adalah memprediksi dan mengontrol perilaku, dan tujuan inibisa dicapai hanya dengan membatasi psikologi sebagai studi yang objektiftentang kebiasaan yang terbentuk melalui Stimulus-Respon
Seperti halnyaThorndike dan Watson sebelumnya, Burrhus Federic Skinner atau yang lebihdikenal dengan Skinner menekankan bahwa perilaku manusia mestinya dipelajarisecara ilmiah. Kemudian Skinner menemukan sebuah konsep perilaku yangdisebutnya dengan Operant Conditioning. Skinner adalah Seorang psikologkelahiran Susquehanna, Pennsylvania 20 Maret 1904 dan wafat tahun 1990dikarenakan penyakit Leukimia. Skinner berasal dari keluarga sederhana, Ibunyasebagai ibu rumah tangga dan Ayahnya seorang jaksa. Skinner mendapatgelar Sarjana Psikologi dan gelar Doktor dari Universitas Harvard. . Padatahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior ofOrganism dan buku itupun menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunanyang dimulai tahun 1946 dalam masalah "The Experimental an Analysis ofBehavior".  Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal ofthe Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi diAmerika. Tahun 1945, ia menjadi ketua fakultas psikologi di UniversitasIndiana, tiga tahun kemudian beliau mengajar dan berkarir di UniversitasHarvard hingga wafat. Disamping tertarik dengan psikologi, Skinner jugatertarik menjadi novelis, bahkan pergi ke Inggris untuk belajar menjadipenulis, dan sempat bekerja di Greenwich Village, New York. B.F. Skinnermengemukakan pendapatnya bahwa lingkungan (orang tua,guru, dan teman sebaya)memberikan reaksi terhadap prilaku kita baik dengan cara menguatkan ataumenghapus prilaku tersebut. Lingkungan mempunyai pengaruh yang jauh lebih besardalam belajar dan prilaku kita.  Lingkungan memegang peranan kunci untuk memahamiprilaku ( Bales,1990).

Konsep TeoriSkinner
        Skinner bekerjadengan tiga asumsi dasar, dimana asumsi pertama dan kedua pada dasarnya menjadi asumsi psikologi pada umumnya, bahkan menjadi merupakan asumsi semua pendekatan ilmiah.
  •  Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (behavior ofl awful). Ilmu adalah usaha untuk menemukan keteraturan, menunjukkan bahwaperistiwa tertentu berhubungan secara teratur dengan peristiwa lain.
  •  Tingkahlaku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan, tetapi juga meramalkan.Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga peristiwa yang akan datang.Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dapat dilakukannya prediksimengenai tingkah laku yang akan datang dan menguji prediksi itu.
  •  Tingkahlaku dapat dikontrol (Behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukkan antisipasi dan menentukan/membentuk(sedikit-banyak) tingkah laku seseorang. Skinner bukan hanya ingin tahubagaimana terjadinya tingkah laku, tetapi dia sangat berkeinginan untukmemanipulasinya. Pandangan ini bertentangan dengan pandangan tradisional yangmenganggap manipulasi sebagai serangan terhadap kebebasan pribadi. Skinnermemandang tingkah laku sebagai produk kondisi anteseden tertentu, sedangkanpandangan tradisional berpendapat tingkah laku merupakan produk perubahan dalamdiri secara spontan.
Skinner membedakan perilaku atas :
  • Perilaku alami (innate behavior), yang kemudiandisebut juga sebagai clasical ataupun respondent behavior, yaitu perilaku yangdiharapkan timbul oleh stimulus yang jelas ataupun spesifik, perilaku yangbersifat refleksif.
  • Perilaku operan (operant behavior), yaitu perilakuyang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak diketahui, namun semata-mataditimbulkan oleh organisme itu sendiri setelah mendapatkan penguatan.
      Skinner yakin jika ke banyakan perilaku manusia dipelajari lewat Operant Conditioning atau pengkondisian operan, yang kuncinya adalah penguatan segera terhadap respons. OperantConditioning adalah suatu proses penguatan perilaku yang dapatmengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuaidengan keinginan.

        Skinner membuatmesin untuk percobaanya dalam Operant Conditioning yang dinamakan dengan"Skinner Box" dan tikus yang merupakan subjek yang sering digunakandalam percobaanya.

          Dalam percobaannya tersebut yang dilakukan oleh Skinner dalam Laboratorium, seekor tikus yang lapar diletakkan dalam Skinner Box, kemudian binatang tersebut akan akanmenekan sebuah tuas yang akan membukakan dulang makanan, sehingga diperolehpenguatan dalam bentuk makanan. Di dalam setiap keadaan, seekor binatang akanmemperlihatkan bentuk perilaku tertentu; tikus tadi misalnya, akanmemperlihatkan perilaku menyelidik pada saat pertama kali masuk kedalam Box,yaitu dengan mencakar-cakar dinding dan membauinya sambil melihat-lihat kesekelilingnya. Secara kebetulan, dalam perilaku menyelidik tersebut tikusmenyentuh tuas makanan dan makanan pun berjatuhan. Setiap kali tikus melakukanhal ini akan mendapatkan makanan; penekanan tuas diperkuat dengan penyajian makanan tersebut, sehingga tikus tersebut akan menghubungkan perilaku tertentudengan penerimaan imbalan berupa makanan tadi. Jadi, tikus tersebut akanbelajar bahwa setiap kali menekan tuas dia akan mendapatkan makanan dan tikustersebut akan sering kali mengulangi perilakunya, sampai ada proses pemadamanatau penghilangan dengan menghilangkan penguatannya.

      Dalam eksperimen Skinner tersebut terdapat istilah Penguatan atau dapat disebut sebagai reinforcementyaitu, setiap kejadian yang meningkatkan ataupun mempertahankan kemungkinan  adanya respon terhadap kemungkinan respon yang diinginkan. Biasanya yangberupa penguat adalah sesuatu yang dapat menguatkan dorongan dasar (basicdriver, seperti makanan yang dapat memuaskan rasa lapar atau air yang dapatmenuatkan rasa haus) namun tidak harus selalu demikian.

          Pada manusia,penguatan sering salah sasaran sehingga pembelajaran menjadi tidak effisien. Masalah lain dengan pengkondisian manusia adalah penentuan manakahkonsekuansi-konsekuensi yang menguatkan dan manakah yang melemahkan. Karena bergantung pada sejarah individu, penguatan dan disiplin terkadang dapatmenjadi penguatan sedangkan ciuman dan pujian dapat menjadi hukuman.

           Dalam penguatantersebut dibedakan antara pengutan positif dan negatif.
Penguatan positif adalah stimulus yang apabila diberikan sesudaht erjadinya respon, meningkatkan kemungkinan respon tersebut.

                              ->          Respon 1
                           /
S (Rangsang)  --->              Respon 2       -->          Penguatan
                           \
                             ->          Respon 3
Menjadi :

S(Rangsang)   -->              Respon 2 berulang-ulang

Penguatan negatif adalah stimulus yang dihapuskan sesudah responnyatimbul, meningkatkan kemungkinan adanya respon; shock elektrik dan bunyi yangmenyakitkan digolongkan sebagai penguat negatif dan sebagai penguat negatifjika penguat itu dapat ditiadakan ketika timbul respon yang diinginkan.
                               ->        Respon 1     -->                Shock elektrik
                             /
S (Rangsang)    -->            Respon2
                            \
                             ->          Respon3      -->               Shock elektrik
Menjadi :

S (Rangsang)        -->             Respon2

Adapun Jenis-Jenis Penguat Skinner dikategorikan, sbb;
  • Penguat utama(Primary reinforcers) adalah  penguat yang memengaruhi perilaku tanpa perlu belajar, seperti: makanan, minuman, seks. Ini disebut penguat alami.
  • Penguat sekunder(Secondar reinforcers). Adalah penguat yang membutuhkan  tenaga penguat karena sudah diasosiasikan dengan penguat utama, seperti memuji seseorang.
        Tadi telahdiuraikan bahwa bagaimana seekor tikus dalam Skinner Box yang menekantuas akan menerima butir-butir makanan setiap kali tikus tersebut melakukannya.Apabila kita menghentikan pemberian penguatan ini, perilaku penekanan tuaspunsecara bertahap akan menghilang, biasanya hanya beberapa menit setelahpenghentian penguatan. Apa yang membuat Operant Conditioning ini pentinguntuk menjelaskan belajar adalah pengembangan jadwal penguatan yang dilakukanoleh Skinner. Jadwal ini merupakan bentuk lain dari penyajian penguatan yangdihasilkannya perbedaan pada taraf respons (respons rate), yaitutaraf penekanan tuas oleh tikus tadi, maupun pada taraf penghapusan (extinctionrate), yaitu terhapusnya perilaku penekanan tuas. Jadwal penguatan inilahyang membuat Operant Conditioning menjadi bentuk belajar yang sangatFleksibel. Setiap respons yang pada suatu saat dapat dibiasakan dan dapat jugadiakhiri sesuai dengan keinginan kita, dan ini tercapai dengan melalui beragamjadwal pengautan.

         Penguatan dapat dialakukkan kepada perilaku entah melalui jadwal yang berkesinambunganatau sebentar-sebentar. Dalam jadwal-penguatan-berkesinambungan (continous schedule), organisme diperkuat untuk setiap responnya. Jenis penjadwalanini dapat meningkatkan frekuensi respons sekalipun pemakaian penguatkadang-kadang tidak efisien. Skinner kemudian mengusulkan jadwal-penguatansebentar-sebentar (intermittent schedules) yang bukan hanya lebiheffisien menggunakan penguat, tetapi juga menghasilkan respons yang lebihresisten terhadap pemadaman. Melaui intermittent schedule Skinner mengidentifikasi dua macam penguatan yaitu penguatan berjangka (Interval reinforcement ) dan penguatan berbanding ( ratio reinforcement).

         Interval reinforcement adalah penguatan  yang dijadwalkan  atau  yang muncul pada intervalwaktu yang telah ditentukan. Contoh: seseorang memutuskan untuk memberikanpermen  hanya jika orang tersebut  tetap diam  selama limamenit. Setelah itu baru diberikan permen, tidak ada penguatan tambahan yangdiberikan sampai berlalu lima menit berikutnya.

          Ratio reinforcement adalah penguatan yang muncul setelah sejumlah respon tertentu. Contoh: seseorang akan memberikan permen pada seoranganak apabila anak tersebut menampilkan perilaku patuh, setelah anak tersebutpatuh kemudian diberikan permen tersebut dan terus seperti itu sehingga anaktersebut benar-benar patuh.

Penjadwalan tersebut terbagi lagi menjadi 4 jenis penguatan jadwal, yakni :
  • Rasio tetap (Fixed ratio), dimana penguatan tergantungpada sejumlah respon yang terbatas. Artinya, mengatur pemberian reinforcementsesudah respon yang dikehendaki muncul yang kesekian kalinya. Misalnya, Pekerja diberikan bonus apabila mampu menghasilkan produk sesuai target dengan kualitas produk yang sesuai dengan standar (mampu mengikuti prosedur)
    Tujuan , membentuk perilaku bekerja yang efektif dan dengan tetap memperhatikan kualitas
    Reinforcement, bonus
  • Rasio yang dapatberubah (variable ratio),dimana sejumlah respon yang dibutuhkan  untuk penguatan yangberbeda-berbeda dari satu penguatan ke penguatan berikutnya.Misalnya, Pemberian bonus pada pekerja dilakukan secara acak yaknipada periode tertentu pekerja diberikan bonus apabila mampu memberikan performakerja yang ramah dan menghasilkan produk berjumlah 1000 unit, namun padaperiode yang lain pekerja diberikan bonus apabila telah mampu menghasilkanproduk 2000 unit, dan pada waktu yang lain pekerja mendapatkan bonus saat mampumenghasilkan produk 2500 unit. 
    Tujuan, membentuk perilaku bekerja dengan tidak selalu bergantung kepada bonus karena bonus akan diberikan sewaktu-waktu sehingga pekerja cenderung akan menampilakan performa kerjanya yang paling maksimal. 
    Reinforcement, bonus
  • Interval tetap (fixed interval), dimana  suatu responmenghasilkan penguatan setelah jangka waktu tertentu (khusus).Misalnya, Ujian tengah semester diberikan pada pertengahan semester (waktu telah ditentukan). Mahasiswa akan belajar lebih sungguh-sungguh saat menjelang ujian agar mendapat nilai yang baik  
    Tujuan, membentuk perilaku belajar  
    Reinforcement,  nilai yang baik (A)
  • Interval yang dapatberubah (variable interval)dimana penguatan tergantung pada waktu dan  suatu respon, tetapiwaktu antara penguatan berbeda-beda. Artinya, reinforcement diberikkandalam waktu yang tidak menentu, tetapi jumlah atau rata-rata penguat yangdiberikkan sama dengan pengaturan tetap.Misalnya, dosen yang memberikan kuis tiba-tiba dalam perkuliahansehingga mahasiswa diharapkan selalu belajar agar apabila diadakan kuismendadak mereka akan siap dan dapat meraih nilai yang baik 
    Tujuan, membentuk perilaku belajar mahasiswa  
    Reinforcement, nilai yang baik (A)

                              /-->      Fixed Ratio
                       Ratio
                      /        \ -->     Variable Ratio
                     /
Reinfocement
                    \
                     \            /-->      Fixed interval
                      Interval
                                  \-->       Varable Interval


Shaping (pembentukan) Perilaku dengan Reinforcement Positif
           Prinsip dari shapingadalah pembentukan respon. Dalam pengkondisian operan, individu bebas untukmelakukan respon. Oleh karena itu dalam pengkondisian operan perilakudapat  "dibentuk" (shaping) melalui penggunaan reinforcementyang tepat. Eksperimenter yang ahli dapat "membentuk" perilaku denganreinforcer yang seminimal mungkin dan dalam waktu yang singkat. Jadi halyang utama dalam shaping adalah mengarahkan individu untuk melakukanrespon yang diinginkan melalui rangkaian proses belajar yang sederhana sampaikepada respon yang ingin dicapai, atau dapat juga dikatakan bahwa individudapat melakukan aproksimasi respon akhir melalui rangkaian suksesif. Oleh karenaitu teknik shaping disebut juga dengan metode successiveapproximations.

             Penerapan metodeshaping ini dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam halpengasuhan anak. Dalam melatih anaknya agar dapat memakai pakaiannya sendirisecara keseluruhan dengan lengkap. Orangtua harus membagi-bagi peilaku kompleksberpakaian menjadi beberapa langkah sedehana. Pertama, orangtua memberi anaksebuah hadiah, katakanlah permen, jika si anak sanggup menekuk siku kiri denganbenar ke arah lengan baju kiri. Sekali perilaku ini sudah cukup mendapatkanpenguatan beberapa kali, orang tua bisa menahan secara bertahap untuk tidakmemberikan hadiah sampai si anak dapat memasukkan dengan benar tangan kiri ituke lengan bajunya tanpa mengharapkan hadiah. Kemudian orang tua dapatmemberikannya hadiah sesekali hanya jika dia memasukkan seluruh lengan kirinyake lengan baju sebelah kiri dengan cepat dan benar. Dengan cara yang sama orangtua dapat menuntun anaknya memasukkan lengan kanan kearah lengan baju sebelahkanan, kemudian mengancing baju, mngenakkan celana, mngenakan kaos kaki, danakhirnya sepatu. Setelah anak dapat belajar mengenakan baju dengan lengkap,penguatan ini mesti diberikkan setiap kali dia berhasil melakukkannya. Padatitik ini, kemampuan mengenakkan pakainnya sendiri secara keseluruhan sudahmenjadi hadiah tersendiri. Yang jelas bahwa, anak baru dapat mencapai perilakufinal yang ditargetkan setelah orangtua memecah-mecahkan perilaku kompleksmenjadi bagian-bagian kecil dan kemudian memperkuat pendekatan bertahap setiapresponnya.

Extinction (pemadaman)
       Meskipun sudah dipelajari, respons masih dapat padam karena empat alasan berikut :
  1. Respons bisa dilupakkan dalam beberapa waktu
  2. Respons dapathilang jika ada campur tangan dari proes pembelajaran lain sebelum atausesudahnya
  3. Respon dapat hilang akibat penghukuman
  4. Kecenderungan respon yang sudah diperoleh sebelumnyauntuk menjadi progresif dan melemahkan respon sesudahnya yang sudah tidak lagimendapatkan penguatan
    Prinsip dari extinction dalampengkondisian operan adalah penahanan pemberian reinforcement ataupenghentian pemberian reinforcement, artinya bila respon yang diinginkanterjadi, maka respon tersebut tidak diikuti dengan pemberian reinforcement.Pada percobaan Skinner diatas, penekanan tuas tidak lagidiikuti dengan munculnya makanan, maka secara bertahap perilaku menekan tuaspada tikus akan hilang.

Generalisasi Stimulus
       Unconditional Response dalampengkondisian klasikal, cenderung untuk muncul bila dihadapkan pada US (UnconditionedStimulus) yang mirip.

      Demikian jugahalnya dengan Pengkondisian Operan. Bila stimulus atau event yang mengawalisuatu respon itu mirip, maka perilaku (respon) yang sama cenderung untukmuncul. Contohnya dapat kita lihat dalam penelitian Skinner terhadap seekorburung merpati dalam kotak. Dalam kotak tersebut ada "kunci" yangdapat diterangi oleh lampu. Saat lampu dinyalakan (dan menerangi"kunci") burung mematuk "kunci" tersebut, maka makanan akanmengalir dari lubang di bawah kunci. Untuk kepentingan penelitian generalisasistimulus, lampu yang menerangi "kunci" diubah-ubah intensitasnya.Besar kecilnya peningkatan tergantung dari kedekatan atau kemiripan stimulusatau situasi yang menimbulkan respon.

Stimulus Diskriminasi
       Diskriminasistimulus bertujuan agar subjek dapat melakukan perbedaan terhadap stimulus atausituasi yang dihadirkan agar subjek hanya melakukan respon terhadap stimulusatau situasi yang sesuai. Dalam pengkondisian operan, diskriminasi stimulusdilakukan dengan pemberian reinforcement terhadap respon yangdiinginkan dalam suatu situasi atau stimulus yang sesuai dan tidakmemberikan reinforcement bila respon tersebut muncul dalamsituasi yang tidak sesuai. Contohnya pada percobaan burung merpati tadi.Makanan sebagai reinforcer hanya diberikan bila yang menyalalampu hijau. Sedangkan bila yang menyala lampu merah, reinforcer tidakdiberikan. Pemasangan lampu merah dan hijau ini dilakukan secaraberturut-turut, hijau-merah-hijau-merah, dst, atau makanan-tidakada-makanan-tidak ada, dst. Oleh karena itu teknik ini disebut dengan prosesdikriminasi "go-no-go".

Reinforcement Negative dan Escape Learning
       Escapelearning adalah prosesbelajar yang didasarkan pada pengkondisian operan dengan teknik pemberianreinforcer negatif. Contohnya dapat kita lihat melalui penelitian terhadapseekor tikus di dalam kotak percobaan yang terdiri dari sebuah kandang yangmemiliki dua tingkat tempat tikus berdiri. Bila tikus turun dari tingkat keduake tingkat pertama, maka tikus akan mengalami kejutan listrik. Oleh sebab itutikus berusaha untuk naik kembali ke tingkat dua. Perilaku seperti itulah yangdisebut dengan proses belajar escape (melarikan diri) yangdidasarkan pada pemberian reinforcer negatif padapengkondisian operan.

Avoidance Learning
     Avoidance learning adalah prosesbelajar untuk menghindari reinforcement negatif. Caranya denganmenghadirkan suatu stimulus sebelum pemberian reinforcer negatif.Pada contoh percobaan di atas, tikus diberi sebuah bel atau buzzer sebelumdiberi kejutan listrik. Setelahterjadi proses belajar, dengan mendengar buzzer saja tikussudah berusaha naik ke tingkat dua agar tidak terkena kejutan listrik. Olehkarena itu proses belajar yang demikian disebut dengan avoidancelearning (proses belajar untuk menghindarkan diri dari reinforcer negatif)

Punishment
     Punisher adalah stimulus atau kejadian dimana jika diberikan padasuatu respon akan menurunkan kemungkinan respon tersebut akan muncul kembali.
Punishment adalah penggunaan punisher untuk menekan ataumenghentikan suatu trespon agar tidak muncul kembali.
     Positive Punishment (juga disebut"Hukuman dengan rangsangan tidak terduga") muncul ketika suatuprilaku (respon) diikuti oleh suatu rangsangan tidak menyenangkan, sepertimemperkenalkan setruman atau suara keras, menghasilkan prilaku yang tidakdiinginkan berkurang atau seseorang dipukul karena salah.
    NegativePunishement (juga disebut "Hukuman dengan pengambilan tidakterduga" muncul ketika suatu perilaku (respon) diikuti dengan membuangrangsangan yang menyenangkan, seperti mengambil mainan anak-anak bersamaperilaku yang tidak diinginkan, menghasilkan perilaku yang tidak diinginkanberkurang, pemotongan uang jajan.

EFEKTIVITASPUNISHMENT
  •  Intensity,  Semakin tinggi intensitas, semakin efektif. Hal inidisebabkan karena hukuman yang ringan umumnya hanya mengubah perilaku yangsifatnya sementara saja. Misalnya menghukum kesalahan yang ringan dengankonsekuensi yang ringan jika besar konsekuensinya besar.
  • Frequency, semakin seringdihukum maka semakin efektif. Misalnyasetiap kali anak melakukan kesalahan dia akan selalu diberikan hukuman.
  • Immediacy, semakin cepat semakinefektif. Misalnya seoranganak melakukan kesalahan, pada saat itu juga langsung diberikan hukuman.
  • Suddenness, efektif jika cepat mencapai intnsitas puncak cepat.Misalnya seorang anak melakukan kesalahan walaupun ringan dia mendapatkanhukuman yang cukup berat sehingga mendapatkan efek jera.
  • Brevity, semakin sebentarsemakin baik. Misalnya seoranganak yang melakukan kesalahan dia di hukum sekali atas kesalahannya.
Kondisi-kondisi batin
      Meskipun menolakpenjelasan tentang perilaku berdasarkan konstrak hipotetis yang tidak bisa diamati namun, skinner tidak menyangkal keberadaan kondisi-kondisi batin, sepertirasa cinta, rasa cemas, atau rasa takut. Kondisi batin dapat dipelajari sepertiperilaku laninnya tapi, pengobservasiannya memang agak terbatas. Dalam suratpribadinya Skinner menulis, "Saya yakin agak mustahil membicarakkanperistiwa-peristiwa peribadi, apa lagi menuliskan batas-batas akurat untukmenelitinya. Saya yakin dari sinilah makna 'tidak bisa diamati' muncul". Apakahperanan kondisi-kondisi batin tersebut?? 

         1. Kesadaran diri
      Skinner yakin bahwamanusia bukan hanya memiliki kesadaran tetapi juga sadar akan keberadaankesadaran tersebut. Mereka tidak hanya sadar akan lingkungannya tetrapi sadarbahwa dirinya merupakan bagian dari lingkungan tersebut
       Perilaku adalahfungsi dari lingkungan, dan bagian dari lingkungan itu sendiri. Fungsi universal ini khas milik seseorang dan karenanya bersifat peribadi 

        2. Dorongan-dorongan
       Bagi Skinner,dorongan dapat memperlihatkan efek-efek dari kondisi kekurangan dankeberlilmpahan, dan kepada probabilitas bahwa organism akan meresponnya.Terhadap kondisi lapar 'kekurangan' seseorang dapat meningkatkan kesukaan padamakanan; terhadap kondisi kekenyangan 'keberlimpahan', seseorang dapatmengurangi seseorang pada makanan. Faktorfaktor lain yang meningkatkan ataumenurunkan probabilitas makan adalah kondisi lapar ketersediaam yang bisadiamati secara internal, ketersediaan makanan dan pengalaman sebelumnya demnganmakanan sebagai penguat.

        3. Emosi
        Skinner mengakuikeberadaan emosi-emosi subjektif namun, dia menekankan bahwa perilaku tidakharus diletakkan padanya. Skinner menerima keberadaan emosi berdasarkankebutuhan kuat terhadapperjuangan mempertahankan hidupdan kebutuhan kuatterhadap penguatan. Disepanjang millennia, individu yang paling berani melawanrasa takut ataun rasa marah adalah orang-orang yang sanggup melepaskan diri danmenaklukkan bahaya, karena itu dapat menurunkan ciriciri itu kepadaketurunannya 'anaknya'

       4. Tujuan dan Niat
       Skinner mengakuikonsep tujuan dan niat, namun lagi-lagi dia tidak setuju jika kita melekatkanperilaku kepadanya. Tujuan dan niat hadir dalam diri bukan factor utama yangmengarahkan perilaku ke luar melainkan berfungsi sebagai penguat. Tujuan dapatmenjadi pengauat. Contohnya,  jika anda percaya tujuan melkukan joggingadalah menjadi sehat dan hidup lama. Dari sini kita akan berjoging lantarantujuan perse sudah menjadi stimulus penguat. Apalagi ketika kita mendapatkanmanfaat dari jogging itu atau menjelaskan alas an berjoging kepada mereka yangtidak melakukannya.

        Yang disebut dengantujuan atau niat adalah stimuli yang dirasakan secara fisik dalam diriorganism, bukannya peristiwaperistiwa mental yang memunculkan perilakutertentu.

        5. Perilaku komnpleks
       Perilaku manusiadapat terus bergerak menjadi kompleks namun, Skinner percaya bahkann perilaku yangpaling abstrak  dan komnmpleks dibentuk oleh seleksi alam, evolusi budaya,atau sejarah penguatan individu.

        Sekali lagi Skinnertidak menyangkal keberadaan proses-proses mental lebih tinggi seperti kognitif,rasio, dan rekoleksi namun dia juga tidak mengabaikan perilaku kompleksmanusia, seperti kreativitas, perilaku yang tidak disadari, mimpi, dan perilakusosial.

         6. Psikoterapi
      Skinner mengklaimbahwa psikoterapi tradisonal merupakan salah satu penghalang utama psikologimenjadi ilmiah. Namun gagasannya tetang membentuk perilaku bukan hanya memilikipengaruh signifikan bagi terapi perilaku, tetapi meluas sampai deskripsibagaimana semestinya terapi bekerja.
      
     Para terapisbehavioristik sudah mengembangkan beragam teknik selama bertahun-tahun, kebanyakandidasarkan kepada pengondisian operan meskipun beberapa dibangun dengandisekitar prinsip pengondisian klasik (responden). Pada umumnya, para terapisbehavioral ini berperan aktif dalam proses perawatan, memfokuskan diri padakonsekuensi positif perilaku tertentu dan efek-efek yang tidak dikehendaki olehorang lain, dan yakin kalau perilaku dalam hangka waktu tertentu akanmenghasilkan penguatan positif.
        
        Pembentukan perilaku apapun memerlukan waktu, dan perilaku terapi tanpa terkecuali. Seorangterapis membentuk perilaku yang diinginkan dengan memperkuat perubahan perilakumenjadi lebih baik. Terapis nonbehavioral mungkin akan memengaruhi perilakusecara kebetulan atau tanpa diketahui, sedangkan terapis behavioral secarakhusus memfokuskan diri kepada tekhnik ini (Skinner,1953).

Aplikasi teori
         Skinner melaluimodifikasi perilaku (B-mod)  yaitu teknik terapi yang didasakan padakarya-karya Skinner. Cara kerjannya sangat sederhana yakni, dengan menghentikanperilku yang tidak diinginkan (dengan cara menghilangkan penguat) danmenggantinya dengan perilaku yang dihasrati dengan penguatan. Teknik ini telahdigunakan disemua persoalan psikologis seperti kecanduan, neurosis, sifatpemalu, autis, bahkan skizofrenia, dan lebih efektif jika ditujukkan pada anak-anak.Salah satu cabang b-mod adalah ekonomi tanda (token economy), teknik ini banyakdipakai dilembaga-lembaga seperti rumah sakit jiwa, panti untuk remajabermasalah dan penjara. Ada aturan-aturan tertentu yang berlaku di sebuahinstitusi scara eksplisit, dan mereka yang menaati peraturan tersebut akandiberikan hadiah-hadiah tertentu. Cara ini sangatlah efektif dalam menciptakkanketeratura di lembaga-lembaga yang kacau seperti rumah sakit jiwa atau penjara.

Ktiktik terhadap Skinner
       B.F. Skinner denganpandangnnya yang radikal, banyak salah dimengerti dan mendapat kritik yangtidak proporsional. Berbagai ide-fikirannya dikembangkan orang dalam bentukyang lebih halus ternyata diterima luas. Betapapun orang harus mengakui bahwateori behaviorisme paling berhasil dalam mendorong penelitian dibidangpsikologi disbanding dengan pendekatan teoritik lainnya. Berikutlima kritik terpenting terhadap teori skinner.

      Teori Skinner tidak menghargai harkat kemanusaiaan.Manusia bukan mesin otomat, yang diatur oleh lingkungan semata. Manusia bukanrobot, tetapi organisme yang memiliki kesadaran untuk bertingkah laku denganbebas spontan.

     Generalisasi dari tingkah laku merpati mematuk makananmenjadi tingkahlaku manusia yang sangat kompleks, terlalu jauh/luas. Kondisioningmenjadi terlalau menyederhanakan permasalahan.

     Gabungan pendekatan nomonetik dan idiografik dalampenelitian dan pengembangan teori banyak menimbulkan masalah metodologis

     Pendekatan Skinner dalam terapi tingkah laku secara umumdikritik hanya mengobati symptom dan mengabaikan penyebab internal mental danfisiologik. Kritik itu mengklaim bahwa serng terjadi subtitusi simtom;munculnya simtom baru mengganti simtom (tingkah laku yang tidak dikehendaki)yang hilang.

Kesimpulan
         Dalam teorinyaSkinner dipengaruhi oleh tiga tokoh Behavioris yang paling utama adalah Pavlov,J.B. Watson, Thorndike, yang kemudian melahirkan Teori Operant Conditoningmelalui percobaannya terhadap binatang dan alatnya tersebut dinamakan dengan Skinner Box.

       Operant Conditioning adalah suatu prosespenguatan perilaku yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulangkembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Dalam konsep teorinya Skinnermembahas tentang reinfocement, penjadwalan reinforcmen, shaping, extinction,generalisasi stimulus, diskriminasi stimulus, esape learning, avoidancelearning, dan punishment, dalam usahanya untuk menjadikan psikologi sebagaistudi yang objetif.

       Skinner bekerjadengan tiga asumsi dasar, dimana asumsi pertama dan kedua pada dasarnya menjadiasumsi psiklogi pada umumnya, bahkan menjadi merupakan asumsi semua pendekatanilmiah.
  • Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (behavior oflawful). Ilmu adalah usaha untuk menemukan keteraturan, menunnjukkan bahwaperistiwa tertentu berhubungan secara teratur dengan peristiwa lain.
  • Tingkah laku dapat diramalkan (behavior can bepredicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan, tetapi juga meramalkan
  • Tingkahlaku dapat dikontrol (Behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukkan antisipasi dan menentukkan/membentuk(sedikit-banyak) tingkah laku seseorang.
video
Daftar Pustaka

       Feist,Jest. Feist, Gregory., (2008), Theories of Personality, Edisi keenam, CetakanPertama, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
      Hardy, Mlacolm. Heyes, Steves.,(1988), PengantarPikologi, Edisi kedua, Cetakan pertama, P.T. Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
      Boeree,George.,(2008), Personality Theories, Edisi baru, Cetakan prtama, Ar-RuzzMedia, Yogyakarta.
      http://74.125.153.132/search?q=cache:Ie45tx1F9FwJ:elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/psikologi_umum_1
       http://www.oceank9training.com/articles.php?from=detail&ee85b62281ba8c77e8a83721683b5bcc=337


    1 komentar:

    1. Terimakasih, penjelasannya sangat membantu terutama tentang jadwal penguatan (reinforcement) dari Skinner..

      BalasHapus

    Silahkan