Minggu, 22 Agustus 2010

METODE PEMBELAJARAN

Tujuan
Tujuan dari desain pembelajaran yaitu membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien dan mengurangi tingkat kesulitan pembelajaran (Morrison, Ross, dan Kemp, 2007).


METODE CERAMAH DAN PENJELASAN

A.     Definisi Metode Pembelajaran
Metodolgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.
Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.

B.  Metode ceramah dan penjelasan

1.    Metode Ceramah
Jenis metode ini memiliki cakupan yang luas untuk dapat di aplikasikan, baik dalam sekolah maupun dalam dunia perkuliahan.
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000).
Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Metode ceramah dapat di lakukan dengan memberikan ceramah atau pidato, dengan pemberian materi mengenai suatu subyek tertentu biasanya di lakukan di dalam kelas.

1)    Tokoh-tokoh pencetus konsep metode ceramah
Bligh,1972; McKeachie, 1994; McLeish, 1976; Verner & Dickinson,1967.
Mereka memiliki tinjauan mengenai metode ceramah, dengan beberapa pengecualian mereka menyimpulkan bahwa metode ceramah lebih pantas di lakuakan apabila:
Ø    Tujuan dasarnya adalah untuk menyebarkan informasi
Ø    Materi yang tidak tersedia di tempat lain, juga penyebaran, atau sebaliknya ketidaktersediaan dalam waktu yang tidak tepat khusunya untuk para murid.

Regulasi Emosi pada anak usia 10-12 tahun

PEMBAHASAN

II.    EMOSI
    II.1     Pengertian

   Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.
    Emosi merupakan perasaan atau afeksi yang timbul ketika seseorang sedang berada dalam suatu keadaan atau suatu interaksi yang dianggap penting olehnya. Emosi diwakili oleh perilaku yang mewakili (mengekspresikan) kenyamanan atau ketidaknyamanan dari keadaan atau interaksi yang sedang dia alami. 
    Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.
    Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia (Prawitasari,1995).
    Emosi perasaan atau afeksi yang timbul ketika seseorang sedang berada dalam suatu keadaan atau suatau interaksi yang dianggap penting olehnya, terutama well-being dirinya (Campos, 2004: Saarni dkk,. 2006).
   Emosi diwakili oleh perilaku yang memiliki (mengekspresikan) kenyamanan atau ketidaknyamanan dari keadaan atau interaksi yang sedang dia alami. Emosi bisa juga merupakan sesuatu yang samar-samar, seperti perasaan tidak nyaman ketika kita berada pada situasi baru, atau perasaan yang dimilki oleh seorang ibu ketika menggendong anaknya.
   Lebih lanjut dijelaskan bahwa emosi manusia berada diwilayah dari perasaan lubuk hati, naluri yang tersembunyi, dan sensasi emosi. Emosi dipengaruhi oleh dasar biologis dan juga pengalaman masa lalu. Charles Drawin (1872-1965) dalam bukunya yang berjudul “The Expression of Emotion in Man and Animals”, menyebutkan bahwa ekspresi wajah manusia merupakan sesuatu yang bersifat bawaan dan bukan hasil dari pembelajaran. Ekpresi ini bersifat universal dalam berbagai budaya di seluruh dunia, dan merupakan hasil evoluasi emosi pada binatang. Meskipun begitu, faktor biologis ini hanya merupakan bagian dari emosi. Sebagai contoh, seorang memiliki peran besar dalam pengaturan neurobiologis emosi pada bayi (Thompson, Easterbrooks, & Walker, 2003). Dengan menenangkan bayi yang menangis atau gelisah, seorang pengasuh membantu bayi mengatur emosinya dan menurunkan tingkat hormon stressnya (Gunnar, 2000:Gunnar & Davis, 2003).
    Emosi dipengaruhi oleh dasar biologis dan juga pengalaman masa lalu. (Menurut Charles Darwin 1872-1965) dalam bukunya yang berjudul “The Expression of Emotion in Man and Animals” menyebutkan bahwa ekspresi wajah manusia merupakan sesuatu yang bersifat bawaan dan bukan hasil pembelajaran. Secara biologis membuat manusia menjadi makhluk yang emosional, tetapi keterikatan terhadap budaya tertentu dan juga hubungan dengan oranglain menyesiakan pengalaman emosional yang bervariasi pada manusia (Saarni, 1999-2000).
    Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

II.2    Macam-macam Emosi

    Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), Hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : Fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).  Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu:

Jumat, 13 Agustus 2010

TEORI OPERANT CONDITIONING

Latar Belakang Teori Skinner
          Seorang aliran Behavioris yaitu IvanP. Pavlov sangat memusatkan perhatiannya pada masalah reflex, karena itujuga Psikologi Pavlov sering disebut sebagai psikologi reflex ataupsychoreflxology. Eksperimen Pavlov yaitu dengan menggunakan anjing sebagaibahan uji coba, melahirkan sebuah teori mengenai pengkondisian klasik atausering disebut Classical Conditioning. Mekanismenya yaitu denganmemasangkan Unconditioned Stimulus bersama Conditioned Stimulusyang pada akhirnya menciptakan Conditioned Response. Hal yangdikemukakan oleh Pavlov ini sedikit banyak mempunyai pengaruh terhadapketertarikan Skinner mengenai pengkondisian tingkah laku.

         Para pengamat perilaku manusia sudahtahu kalau manusia umumnya melakukan hal-hal yang memiliki kosekuensimenyenangkan dan menghindar dari melakukan hal-hal yang memiliki konsekuensitidak menyenangkan. Orang yangpertama kali mempelajari perilaku secara sistematis adalah Edward L.Thorndike, yang awalnya bekerja dengan hewan, dan kemudian dilanjutkandengan manusia. Thorndike dalam percobaanya tersebut mendapatkan kesimpulanmengenai perilaku yang teorinya tersebut disebut sebagai law of effect.Seperti, dikatakan oleh Thorndike bahwa perilaku law of effect memilikidua bagian; pertama menyatakan bahwa respon-respon terhadap stimuli yanglangsung diikuti rasa puas cenderung "dilekatkan terhadap diri" ;sementara bagian kedua menyatakan stimuli yang langsung diikuti rasa kecewa "cenderung dilekatkan dari luar". Jika penghargaan (rasa puas) memperkuathubungan antara stimulus dan respon, maka hukuman (rasa kecewa) tidak lantasmenghilangkan hubungan ini. Artinya, menghukum sebuah perilaku sama saja dengan menghambat perilaku tersebut, Bukannya "melekatkan dari luar".

          Kemudian

TEORI KEPRIBADIAN ERICH FROMM

Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1900. Ia belajar psikologi dan sosiologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenla waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mesngajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.

Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The economic philosophical manuscripts yang ditulis pada tahun 1944. Tema dasar ulisan Fromm adalah orang yang merasa kesepian dan terisolasi karena ia dipisahkan dri alam dan orang-orang lain. Kedaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang, itu adalah situasi khas manusia. Berikut ini kita akan mengulas lebih dalam mengenai teori-teori Fromm.


TEORI KEPRIBADIAN ERICH FROMM

Sebelum mengulas tentang teori kepribadian dari Fromm, beberapa pengalaman mempengaruhi pandangan Fromm, antara lain pada umur 12 tahun ia menyaksikan seorang wanita cantik dan berbakat,